Apresiasi untuk Guru dan ASN, Pemkot Surabaya Perkuat Komitmen di Hari Guru Nasional dan HUT KORPRI

user
Admin
25 Nov 2024 - 18:02 WIB - 347 Views - 2 min read
featured



Pemkot Surabaya menggabungkan dua momen penting dalam upacara seremonial yang digelar di Halaman Balai Kota Surabaya hari ini: peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-53, Senin (25/11). Dalam upacara ini, apresiasi tinggi diberikan kepada para pendidik dan pegawai negeri yang berprestasi, sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan SDM unggul di Kota Pahlawan.


Sebanyak 11 guru inovatif menerima piagam penghargaan atas dedikasi mereka dalam menciptakan pembelajaran kreatif. Selain itu, tiga ASN dianugerahi tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya oleh Presiden RI Prabowo Subianto sebagai penghargaan atas pengabdian mereka. Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Ikhsan, menekankan pentingnya inovasi dalam dunia pendidikan. Menurutnya, penghargaan ini bertujuan memotivasi seluruh tenaga pendidik untuk terus berinovasi, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.


“Guru tidak hanya mengajar dan mendampingi, tetapi juga harus mampu menciptakan terobosan yang mendorong keterampilan siswa,” ujar Ikhsan. Ia menambahkan, Pemkot Surabaya selama ini aktif memberikan perhatian kepada guru, termasuk memberikan insentif bagi guru swasta dan menyediakan beasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Ikhsan juga mengungkapkan langkah-langkah Pemkot Surabaya dalam mempercepat proses sertifikasi bagi guru, terutama guru swasta. “Kami terus mendorong penyelesaian ujian sertifikasi agar para guru memiliki kompetensi sesuai standar,” jelasnya.


Sejalan dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh, menjelaskan pentingnya tertib administrasi bagi guru. Mulai dari kelengkapan NUPTK, jam mengajar, hingga PPG, semua diarahkan untuk memastikan guru mendapatkan hak berupa Tunjangan Profesi Guru (TPG).


“Pak Wali Kota Eri Cahyadi juga memberikan perhatian khusus kepada guru agama yang belum menyelesaikan PPG dengan memfasilitasi prosesnya, termasuk opsi metode hybrid untuk guru non-Muslim,” kata Yusuf. Menyikapi berbagai tantangan yang dihadapi guru, seperti tekanan sosial media dan konflik dengan siswa, Pemkot Surabaya tengah merencanakan pembuatan Peraturan Wali Kota (Perwali) Perlindungan Guru. “Kami ingin menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman bagi guru. Mudah-mudahan tahun depan Perwali ini bisa terwujud,” tambah Yusuf.


Selain itu, Pemkot telah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk memastikan hubungan antara guru dan siswa tetap sehat, tanpa kekerasan fisik maupun verbal. Dengan berbagai langkah strategis ini, Pemkot Surabaya berharap dapat membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik, di mana para guru merasa dihargai, terlindungi, dan termotivasi untuk terus berinovasi. Melalui momentum HGN dan HUT KORPRI, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa penghargaan dan perlindungan terhadap guru bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan untuk menciptakan pendidikan berkualitas di Kota Pahlawan. (red)



Cek Berita dan Artikel kami yang lain di Google News Gnews
qrcode

Komentar Terbaru

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.



Forbidden