
Photo Oleh: Cahya Ramadani Renhoran
Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Juli Poernomo mendorong Pemkot Surabaya untuk melakukan skrining anak berkebutuhan khusus (ABK) sejak jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) atau TK. Juli mengatakan, skrining tersebut membantu ABK untuk memetakan potensi yang terpendam sejak awal di jenjang TK atau PAUD.
"Karena ini Pemkot Surabaya saya rasa sudah baik dalam urusan pendidikan untuk anak-anak. Karena itu, saya berharapnya dikuati kembali di sektor pendidikan TK atau PAUD," terang Juli. Dia menyatakan bahwa Pemkot Surabaya sudah menunjukkan keseriusannya dalam urusan pendidikan untuk semua anak. Salah satunya melalui Rumah Prestasi.
"Dan sistem kebijakan penerimaan ABK di SD dan SMP di Surabaya sebetulnya sudah sejak lama dengan jalur afirmasi," jelas Juli.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Yusuf Masruf menyatakan bahwa saat ini baru sekitar 50 sekolah yang sudah menerima ABK. Baik itu SD dan SMP di Surabaya.
"Harapannya, di tahun ini semua sekolah bisa menerima teman-teman dari ABK," ujar Yusuf Masruh.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.