United States Ashburn , Kamis 13 Juni 2024
IMG-LOGO

Pentingnya Pendidikan Iklim untuk Anak-anak

IMG
Admin
17 Sep 2023 - 18:38 WIB - 299 Views - 3 min read
IMG

Foto: ANTARA FOTO/Gusti Tanati/Ilustrasi Anak-anak di Alam



Smpn38sby.sch.id - Perubahan iklim menjadi salah satu masalah terbesar di Bumi saat ini. Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau OECD melaporkan dampak perubahan iklim telah dirasakan lebih banyak oleh para generasi muda yaitu anak-anak.


Laporan tersebut diperkuat oleh studi Save The Children berjudul "Children Face Life with Far More Heat Waves, Floods, Droughts and Wildfires than Grandparents" tahun 2021, yang menemukan bahwa anak-anak lebih banyak menghadapi cuaca ekstrem daripada generasi tua.

Akibatnya dari itu tidak hanya berpengaruh pada ancaman fisik tetapi juga mental anak.


 

Pendidikan Iklim Bisa Mengurangi Emisi Karbon di Masa Depan


Menurut survei di 10 negara tahun 2021 yang dilakukan Universitas Bath, sebanyak 75% anak muda takut akan masa depan dan 60% khawatir tentang perubahan iklim.

Oleh karena itu perlunya pendidikan mengenai iklim sangat penting diberikan kepada anak-anak. Hal tersebut dikarenakan terdapat bukti bahwa melalui pendidikan iklim, emisi karbon di masa depan diperkirakan dapat berkurang.

"16% anak-anak yang menerima pendidikan iklim...dapat mengurangi emisi karbon sebesar 19 gigaton pada tahun 2050," ucap Shweta Bahri dan Keya Lamba, Co-Founder Earth Warrior, dikutip dari laman resmi OECD.

Penelitian yang dilakukan oleh Brookings Institute tahun 2021 juga menunjukkan, bahwa pendidikan iklim berpotensi besar untuk mengurangi kecemasan anak akan perubahan iklim di masa depan.

Hal ini juga disetujui oleh para guru, orang tua, dan siswa sendiri.

"Di AS, 80 persen orang tua dan di Inggris, 77 persen orang dewasa mendukung pengajaran perubahan iklim di sekolah. Para guru dan pengelola sekolah sangat antusias untuk menerima tantangan ini, namun mereka merasa memerlukan lebih banyak pelatihan dan materi pembelajaran yang relevan untuk melakukan hal tersebut," tulis studi tersebut.

Namun meskipun terdapat permintaan global yang sangat besar dan bukti-bukti inovatif yang disebutkan di atas, sebagian besar negara tidak memberikan respons yang memadai.

Cara Memasukkan Pendidikan Iklim ke Kurikulum
Satu-satunya negara yang merespon sangat baik pendidikan iklim di sekolah adalah Italia. Sampai saat ini, Italia telah memasukkan pendidikan iklim pada kurikulum nasional di semua umur.

Negara lain seperti Inggris dan Meksiko memang menyetujui hal ini, namun tindakan nyatanya masih belum jelas. Di sisi lain, ada yang berpendapat jika anak-anak diajarkan pendidikan iklim mungkin akan membuat mereka stres.

Meski begitu, Earth Warriors Global, telah menemukan bahwa untuk mengantisipasi stres pada anak maka pendidikan iklim ini bisa dilakukan secara menyenangkan dan positif, misal dengan permainan. Sehingga anak-anak bisa tetap fokus pada pendidikan iklim dengan tetap bersemangat.

Earth Warriors diketahui mengajarkan pendidikan iklim pada anak-anak mulai usia 3-11 tahun. Hal ini dikarenakan menurut penelitian The Lancet 2020, pendidikan iklim ini harus dimulai sejak dini untuk mempersiapkan mereka saat dewasa nanti.

"Keterampilan kognitif dan sosial emosional yang berkembang pada usia dini anak sangat berdampak pada diri mereka di kemudian hari saat dewasa," kata peneliti.



Pentingnya Pendidikan Iklim Sejak Usia Dini


Melansir laman Harvard Center on the Developing Child, pendidikan iklim sejak dini menjadi penting karena diperkuat fakta bahwa 90% perkembangan otak terjadi sebelum usia lima tahun.

Penelitian The LEGO Foundation menunjukkan bahwa belajar sambil bermain sejak dini sangat baik untuk perkembangan anak di masa depan. Sehingga pada usia ini, anak-anak akan difokuskan pada membangun ikatan cinta dengan alam melalui berbagai tindakan.

Selain itu, anak-anak yang mendapat pendidikan iklim dapat mendorong perilaku orang tuanya untuk peduli pada alam, seperti pengelolaan sampah. Salah satu orang tua pada Earth Warriors juga mengakui adanya dorongan tersebut.

"Saya kini jauh lebih sadar untuk terlibat dengan anak saya terkait perubahan iklim ini. Saya menjadi berpikir untuk melakukan tindakan yang lebih berkelanjutan bagi keluarga, misalnya dengan memproduksi bahan makanan sendiri," ucapnya kepada OECD.

Saat ini, sangat penting dalam kebijakan untuk membuat pendidikan iklim kepada anak-anak agar menjadi bekal pengetahuan dan keterampilan yang berguna di masa depan.

sumber: detik.com


Cek Berita dan Artikel kami yang lain di Google News